Tik Tok saat ini menjadi salah satu platform media sosial yang tengah ramai digunakan di berbagai penjuru negara, tidak terkecuali Indonesia.

Bahkan, aplikasi ini diprediksi akan mampu menggeser kepopuleran Instagram dan Youtube. Namun pertanyaannya, apakah Tik Tok mampu menjadi pundi-pundi penghasil uang bagi penggunannya seperti pada kedua aplikasi milik Facebook dan Google tersebut?

Mengutip dari Distractify, Senin (27/1/2020), saat ini Tik Tok masih belum memberikan insentif atau bayaran secara langsung kepada pengguna aplikasinya. Berbeda dengan Instagram maupun Youtube.

Kendati demikian, bukan berarti platform ini tidak bisa menghasilkan uang bagi penggunanya. Banyak pengguna Tik Tok besar melakukan beberapa cara untuk mendapatkan cuan.

Sponsor adalah salah satu cara yang paling sering digunakan pengguna Tik Tok untuk menghasilkan uang.

Pengguna Tik Tok akan diminta oleh perusahaan atau merek untuk menmpromosikan produk mereka dalam konten video Tik Tok. Bukan hanya sponsor, pengguna juga dapat mengaitkan akun media sosial lainnya seperti Instagram atau Youtube.

Salah seorang pengguna Tik Tok asal Amerika Serikat Kristen Hancher bahkan berhasil meraup pundi uang dengan cara memberitahukan pengikutnya untuk mengikuti platform media sosial lainnya.

Melalui cara ini, Kristen diproyeksi memiliki harta kekayaan sebesar 400.000 dollar AS atau setara dengan Rp 5,6 miliar pada tahun 2018. Sebagai informasi, Tik Tok mengakui bahwa sejauh ini platform masih belum menemukan cara yang tepat untuk memberikan insentif kepada penggunanya.

Sumber Asli: Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here