Aksi demo para buruh di Indonesia dilaksanakan setiap tahunnya, dalam aksi tersebut biasanya mereka menyuarakan hal-hal yang dirasa masih tidak adil seperti masalah jam kerja yang berlebih, atau upah yang dinilai kurang. Para buruh juga diperkirakan akan tetap menggelar aksi tahunannya, meskipun wabah Virus Covid-19/Corona sedang melanda Indonesia, dan menjadi krisis global.

Dilansir dari CNN Indonesia, Presiden dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyatakan bahwa “Kalau memang aksi ini mau dilarang. Kenapa buruh enggak diliburkan. Itu kan sebuah asumsi yang kami rasa tidak adil,” kata Iqbal lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Minggu, (19/4). Yang tentunya jika hal ini tetap dilaksanakan, kita justru malah membuka celah besar untuk penyebaran pandemi yang lebih meluas.

Setiap tahunnya, Serikat Buruh tidak pernah absen menggelar aksi, dan menuntut hak-hak mereka sebagai para buruh. Misalnya menuntut kenaikan Gaji menjadi 4,5 Juta Rupiah pada tahun 2018.

Rasanya simpati kita terhadap buruh sedang dipertaruhkan, apabila para buruh tetap menuntut menggelar aksi serupa di tengah wabah seperti ini. Masyarakat awam tidak pernah mempermasalahkan soal aksi mereka selama ini, dan cenderung bersimpati kepada mereka atas kurangnya pemenuhan hak mereka.

Namun lama-kelamaan, Aksi buruh makin menuntut hal-hal yang membuat masyarakat awam akan “menggelengkan kepala”. Seperti menuntut UMP naik 15% pada tahun 2019, yang sebelumnya telah diputuskan oleh Kemnaker sebanyak 8,51% yang dinilai sudah lebih dari cukup. Masyarakat dapat memaklumi tuntutan mereka, namun apabila aksi ini secara konstan dilakukan setiap tahunnya, dan hanya menuntut “kenaikan gaji” sebagai agenda utamanya, otomatis masyarakat akan kehilangan simpati terhadap para buruh.

Di sisi lain, Aksi yang mereka lakukan juga membahayakan masyarakat awam, tak terkecuali bagi para buruh tersebut. Pemerintah telah mengambil Kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Mengapa Para Buruh tidak dapat menghiraukan himbauan pemerintah dan menuntut untuk di hormati haknya ? sementara beberapa oknum dari mereka tidak bisa menghormati masyarakat lain yang benar benar mengikuti himbauan pemerintah ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here