Pernyataan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty kepada media 21/2/2010 lalu menjadi kontroversial dan viral.
Bukan karena kebijakan khusus, kali ini karena pernyataan Sitti bahwa wanita dapat hamil jika berenang di kolam yang sama dengan pria.

Ini bermula dari pertanyaan salah satu media online yang menanyakan kasus aborsi di Paseban yang diungkap kepolisian. Sitti menjawab bahwa praktik aborsi sangat bertentangan dengan hak untuk hidup.

“Semua anak berhak untuk hidup.” begitu ujarnya. Proses kehamilan di bawah umur dapat terjadi pada kaum hawa yang telah memproduksi sel telur.
Di samping kegiatan hubungan seksual, Sitti menjelaskan bahwa proses kehamilan juga dapat terjadi jika seorang wanita berenang di kolam yang sama dengan pria.
Kondisi ini ia sebut dengan contoh hamil tak langsung (tanpa aktifitas sentuhan fisik).
Pernyataan kontroversial ini menjadi viral, bahkan potongan berita ini menjadi trending topic selama dua hari terakhir.

KPAI lalu memberikan klarifikasi tentang pernyataan ini. Dalam pernyataan klarifikasinya, Sitty menyampaikan permintaan maaf karena telah memberikan pernyataan yang tidak tepat.
Ia juga menyebutkan bahwa pernyataan yang disampaikannya pada tanggal 21/2/2020 lalu merupakan pernyataannya pribadi, bukan dari KPAI. Dan dia mencabut pernyataan tersebut.
Terakhir, ia meminta semua pihak untuk tidak menyebarluaskan atau memviralkan potongan video tersebut.

Wanita tidak bisa hamil hanya karena berada satu kolam renang dengan pria. Demikian penjelasan Ketua Biro Hukum dan Pembinaan Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Nazar.
Menurutnya, proses kehamilan akan terjadi jika sejumlah kondisi kehamilan terpenuhi. Kondisi ini mencakup kualitas sperma, mutu ovum, serta suasana dalam organ reproduksi perempuan saat itu.

“Tidak mungkin terjadi, apalagi air di kolam renang bukan air murni. Ada beberapa zat kimia yang mungkin terdapat di dalamnya. Proses pembuahan sel telur oleh sperma yang dapat berujung kehamilan hanya terjadi jika kondisi sel sperma ovum serta organ seksual wanita dalam suasana yang kondusif,” demikian ujarnya.

Sumber: Tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here