Dilansir dari CNBCIndonesia.com, Kalangan buruh menegaskan bakal tetap melaksanakan rencana aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law pada tanggal 30 April mendatang di depan Gedung DPR RI. Aksi ini memang belum dapat restu aparat keamanan.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan buruh terhadap Pemerintah serta DPR. Tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi nanti adalah: (1) Tolak omnibus law, (2) Stop PHK, dan (3) Liburkan buruh dengan tetap mendapatkan upah dan THR penuh.

Apakah buruh tak khawatir dengan pandemi corona?

Kalangan buruh beralibi aksi massa di tengah pandemi corona harapannya bisa makin menyadarkan pejabat terkait untuk segera membatalkan rencana Omnibus Law atau setidaknya ditunda hingga masa pandemi selesai.

“Pertimbangan urgent hadapi omnibus law, sekaligus (aksi) di hari kerja dengan pertimbangan perusahaan-perusahaan masih jalan aksi di hari kerja. Seperti perusahaan masih diizinkan kumpulkan buruh-buruh di pabrik,” Kata Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S. Cahyono kepada CNBC Indonesia, Senin (20/4).

Ia mengklaim setidaknya puluhan ribu buruh akan hadir memenuhi depan gedung DPR. Ihwal kekhawatiran diabaikannya social distancing, Kahar menyebut sudah mempersiapkan teknisnya di lapangan, seperti menyiapkan masker serta hand sanitizer.

Jika ditinjau Kembali, para buruh tentu seharusnya memiliki kekhawatiran sendiri mengenai kemungkinan mereka untuk tertular virus ini ditengah aksi yang akan mengumpulkan ribuan orang di satu tempat tersebut. Bukankah jika ada dari mereka yang tertular, akan jauh lebih berdampak ke pekerjaan yang selama ini mereka perjuangkan haknya ? Lalu mengapa masih perlu ngotot melakukan aksi, Jika dampak yang dapat ditimbulkan tidak sebanding dengan tuntutan mereka ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here