Di Acara Parade Kebaya Komunitas Diajeng Semarang, Gusti Moeng Beberkan Nilai-nilai Adiluhung

0
4

[ad_1]

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – ‎Wanita-wanita tampil cantik nan anggun dengan kebaya, melanggak-lenggok di atas catwalk, yang berada di Kedai Tiga Nyonya, komplek Puri Anjasmara, Kota Semarang‎, Sabtu (14/12).

Ini merupakan bagian dari kampanye pemakaian batik dan kebaya dalam kegiatan sehari-hari.

Gelaran yang digagas Komunitas Diajeng Semarang (KDS)‎ serta pecinta batik dan kebaya ini turut menghadirkan GKR Wandansari atau yang karib disapa Gusti Moeng, dari Keraton Kasunan Surakarta (Solo).

Selain parade, juga terdapat lomba berkebaya, di mana satu di antara juri yang ada adalah Gusti Moeng.

MotoGP : Mantan Juara Dunia Ini Sesumbar Dirinya Lebih Baik dari Valentino Rossi

MotoGP : Bagaimana Nasib Valentino Rossi Setelah Musim 2020, Tetap Membalap atau Jadi Manager Tim?

MotoGP : Musim 2020 Belum Mulai, Marc Marquez Sudah Tentukan Lawan Terberatnya, Ternyata Bukan Rossi

Trial Game di Boyolali Diikuti 3 Rider Supermoto Asal Perancis, Doni Tata Start Urutan ke-7

Acara juga diisi oleh edukasi makna-makna dan nilai-nilai adiluhung, serta pemahaman berkebaya yang.

Sesi ini juga dipandu oleh Putri PB XII‎ itu.

‎”Di tengah moderenisasi seperti saat ini, trend busana pun ikut berkembang seiring perubahan zaman.‎

Salah satunya adalah menggunakan kebaya dalam keseharian,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng.

‎Di samping itu, Gusti Moeng juga menyampakaian pakem-pakem kebaya yang berada di dalam Keraton Surakarta.

Hal mana yang boleh digunakan dan apa yang tidak boleh digunakan dalam berkebaya di lingkungan Keraton.

“Kalau di luar Keraton ya bebas, bisa di kombinasikan dengan apa saja.

Misal batik, rok maupun celana mengikuti trend fashion yang berkembang.

Paling tidak kita bangga, saat banyak yang berkebaya bila datang ke acara-acara resmi,” ucapnya.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan trophy kepada pemenang lomba berkebaya.‎

Gusti Moeng berpesan, agar generasi muda semakin mencintai kebaya dan mengembangkannya menjadi fashion yang kekinian. (yan)



[ad_2]

>>Artikel Asli<<

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here